Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2013

Orang Muda Lebih Percaya Media Sosial


KUANTAN – Golongan muda negara ini dilihat lebih cenderung mempercayai media sosial sebagai sumber berita sekalipun sebahagian besar laporan atau maklumat yang disebarkan itu tidak benar.

Ketua Pengarah Jabatan Perpaduan Negara Dan Integrasi Nasional Datuk Azman Amin berkata malah golongan berusia 30 tahun ke bawah itu kini menjadikan media sosial sebagai akses maklumat utama mereka.

“Sekarang ini media perdana tidak lagi diiktiraf sebagai saluran perdana oleh golongan muda, media perdana hanya menjadi saluran maklumat utama kepada golongan orang-orang lama sahaja,” katanya ketika berucap merasmikan Program Semarak Patriotisme 1Malaysia di sini, hari ini.

Menurut beliau, golongan itu juga dilihat tidak lagi berminat menonton atau mendapat maklumat menerusi media arus perdana seperti televisyen atau akhbar-akhbar utama.

“Mereka gunakan media sosial seperti blog di Internet untuk berinteraksi sesama mereka, membuatkan mereka lebih mempercayai saluran sosial berkenaan walaupun berita-berita di dalam itu sebahagian besar adalah tidak benar tetapi mereka menganggapnya benar,” katanya.

Beliau berkata trend itu perlu ditangani dengan sebaiknya supaya tidak semakin parah sehingga akhirnya boleh menjejaskan perpaduan dan intergrasi nasional.

“Sebagai contoh apabila kita merayakan sambutan 50 tahun Hari Malaysia dan 56 Tahun Hari Kemerdekaan, kita minta semua kibar Jalur Gemilang untuk memeriahkan dan menyemarakkan lagi patriotisme.

“Sebaliknya, terdapat golongan muda yang mengibarkan bendera lain, begitu juga lagu Negaraku yang telah kita dendangkan selama ini tetapi ada suara-suara yang menentang lagu tersebut,” katanya.

Selain itu, beliau berkata berdasarkan kajian yang dibuat oleh jabatannya terdapat golongan yang lantang bersuara memberi pandangan bertentangan dengan demokrasi dan perlembagaan negara, dan mempengaruhi orang muda dengan idealisme mereka. – BERNAMA

Kamis, 21 November 2013

Tips Agar Link Artikel Tidak Tertindih Situs Sosial Bookmark

Mensubmit artikel blog ke dalam situs sosial bookmark memang menguntungkan,,,
mengapa..?? ya karena  pada saat pengunjung akan membaca artikel kita disitus sosial bookmark,secara otomatis artikel tersebut akan diarahakan kesumber  aslinya,,dalam hal ini,ya blog kita..tentu kita  bisa mendapatkan trafik  gratis kan ,,belum lagi jika situs sosial bookmark tersebut  mempunyai trafik yang tinggi setiap harinya,,

serta blog kita juga akan dapat backlink gratis secara Cuma-Cuma..
Namun dibalik sisi menguntungkan saat kita mensubmit artikel ke situs sosial bookmark,,pasti ada sisi yang tidak baik untuk blog kita,,

salah satunya artikel kita akan tertindih oleh situs sosial bookmark  di search engine,,
mungkin anda pernah saat anda melihat posisi artikel anda diseacrh engine,yang dulunya menempati urutan teratas,namun saat anda mensubmit artikel tersebut kesitus sosial bookmark,posisi artikel anda disearch engine akan berada dibawahnya…
Kabar baiknya,,masalah tersebut bisa kita atasi,penasaran,,,simak baik – baik ya

langkah pertama, yang harus anda lakukan setelah mempublish artikel pada blog anda adalah dengan melakukan ping.
fungsi dari ping sendiri,adalah agar spider search engine mengunjungi blog kita,dan mencari tau,apa yang baru dari blog kita,pada saat spider menemukan yang terbaru,seperti artikel postingan,komentar dll.maka spider tersebut akan langsung menambahkanya kedalam datasabe. Cara ini juga bisa dilakukan jika artkel anda sulit terindex oleh search engine,terutama google
Langkah kedua ,sebelum anda mensubmit kesitus sosial bookmark,rubah dulu judul dan deskripsi..
ini adalah kunci,kenapa artikel anda tertindas oleh sosial bookmark,
jadi silakan anda rubah terlebih dahulu judul dan deskripsi,,usahakan merubah judul yang berbeda namun tetap mengandung isi yang sama…

beberapa situs social bookmark yang mempunyai trafik dan pagerank tinggi
infogue.com
lintas.me
digg.com